> Deteksi Penyakit Lewat Mata Deteksi Penyakit Lewat Mata ~ Bacaanmu Deteksi Penyakit Lewat Mata
| 2 comments ]
Selama ini pemeriksaan kesehatan yang umum dikenal masyarakat menggunakan sampel darah, urine, ataupun feses. Sebetulnya mata juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jadi, mata tak hanya jendela penglihatan, tapi juga jendela kesehatan. Hanya dengan melihat bagian iris (bagian hitam) bola mata, berbagai penyakit bisa diketahui dan dicegah.

Teknik memantau kesehatan dari mata (irdologi) sebenarnya sudah lama dikenal. Masyarakat Asia Tengah sudah melakukannya sejak 3.000 tahun lalu. Ignatz von Peczely dari Hungaria tertarik meneliti kaitan antara iris dan kondisi tubuh karena talk sengaja memperhatikan iris mata orang yang sedang cedera kaki berbeda dengan iris mata orang sehat.

Dari hasil penelitiannya, ia menemukan Kartu Diagram Iridologi yang pertama. Teknik ini dipopulerkan dalam dunia kedokteran modern oleh Dr Bernard Jensen, Ph.D, dari Amerika Serikat.

Lihat irisnya
Tom Suhalim, Dipl. Phyt, ND, ahli naturopati dari klinik Pro-V menjelaskan bahwa iridologi sesungguhnya ilmu yang mempelajari tanda pada struktur iris mata. "Kondisi kesehatan bisa diketahui dari tekstur, garis, atau bercak yang ada pada iris mata," ujar Tom.

Seluruh rekam medis seseorang sebenarnya bisa dilihat dari matanya. Mulai dari tingkat stres, bagian pencernaan, hingga kondisi kurang darah atau keracunan bisa dideteksi lewat iris mata.

Iris atau selaput pelangi ini bisa digunakan sebagai panduan untuk memeriksa kesehatan karena mata merupakan perpanjangan dari otak. Otak sendiri terhubung dengan ribuan ujung saraf, pembuluh darah, termasuk otot dan jaringan ikat dari seluruh organ tubuh.

"Semua saraf yang ada pada otak otomatis terhubung dengan mata. Jadi, jika organ tubuh mengirim sinyal ke otak untuk direkam, sinyalnya juga terekam di iris mata yang berkaitan langsung dengan otak. Dengan demikian, iris ibarat layar komputer yang siap memberitahu kondisi kesehatan seseorang," papar Tom.

Alat yang digunakan berupa kamera digital, monitor, dan lampu. Di masa lampau, pemeriksaan hanya dengan senter.

Berwarna hitam bening
Pendeteksian setiap penyakit dilakukan dari bercak-bercak yang terdapat di iris mata dan warnanya. Kondisi tubuh dikatakan sehat jika iris berwarna hitam bening tanpa bercak. Bercak hitam berarti peringatan dari organ bersangkutan.
Namun, kata Tom, "Tiap orang dewasa yang pernah saya lihat iris
matanya, sudah tidak berwarna hitam bening lagi. Kebanyakan sudah ada bercaknya."

Iris mata yang masih murni hanya dimiliki bayi. "Di atas usia itu, sudah tidak hitam jernih lagi warna irisnya, akibat pola hidup dan pola makan yang sembarangan," ungkapnya.

Iris mata kanan mewakili semua organ di sebelah kanan tubuh. Demikian sebaliknya, iris mata kiri mewakili kondisi dari organ tubuh di bagian kiri. Iris mata manusia sendiri dibagi menjadi tujuh zona (lingkaran). Masing-masing zona menggambarkan kondisi organ tubuh tertentu.

Pembagian tujuh zona lingkaran itu menggambarkan: 1) kondisi perut, 2) usus, 3) jantung, bronkial, pankreas, adrenal, kelenjar pituitari, dan kantong empedu; 4) prostat, rahim, dan kerangka; 5) otak, paru-paru, hati, limpa, ginjal, dan tiroid; 6) otot-otot, saraf motorik, limpatik, dan peredaran darah; 7) kulit dan saraf-saraf sensorik.

Jika masalah sudah diketahui, diungkapkan Tom, biasanya ahli iridologi akan merujuk pada terapi pembersihan usus besar. "Para ahli iridologi yakin banyak masalah kesehatan yang berawal dari usus besar. Setelah itu, barulah diberi terapi nutrisi. Dan jika diperlukan, akan dirujuk ke dokter spesialis," tutur Tom.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
http://bacaanmu.blogspot.com/
http://bacaanmu.blogspot.com/